Pertama di Pulau Tidung

tidung1

Wisata ke Pulau Tidung… Banyak hal yang #pertama gw alamin di Pulau kecil ini. #Pertama yang pertama, Ini pertama kalinya saya ke pulau tidung.

Pulau Tidung merupakan salah satu gugusan Pulau Wisata Bahari yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta. Untuk sampai kesana kita membutuhkan 2 jam perjalanan dari pelabuhan Muara Angke. Dulu sih katanya disini merupakan salah satu wisata keindahan bawah laut nan eksotis. Tapi menurut gw itu sudah mulai berkurang secara tiap minggu wisatawan dateng kesini untuk melihatnya, namun apa yang terjadi? Gw ngeliat kapal-kapal nelayan yang membawa wisatawan untuk snorkeling menurunkan jangkarnya ke atas karang dan *crottt…* karang itupun hancur. Belum lagi orang-orang yang snorkeling suka ada yang iseng nyomot satu-persatu karang-karang yang indah itu, dan ada juga yang gak sengaja nginjek karang sampe bompel (contohnya gw.. ups)  karena terlalu dangkalnya area snorkeling saking banyaknya wisatawan yang ikutan snorkeling. Mungkin itu yang akan terjadi pada Raja Ampat, Papua.. ataupun Pulau Komodo (The Last Dragons Island) yang maksain jadi Seven Wonders of the World yang beresiko terlalu banyak terEksplorasi layaknya Pulau Tidung.  Sudah-sudah… bahasan politiknya :p

tidung2

Cukup ngebahas eksotika pulau tidung yang mulai luntur, mari kita balik ke perjalanan gw. Gw pergi ke Tidung gak sendirian, gw kesini bersama teman-teman backpacker Indonesia yang kebanyakan baru pada kenal muka-mukanya seperti Rudi (kapten Tim) yang udah berpengalaman tentunya, Imron, Rifa, Dalia, Ervan & Don Piter (pasangan yang segera merit..uhuy), dan beberapa muka-muka yang udah bapuk di mata gw :p Afrialdi (temen kampus), Dika (temen kampus yg sekantor pula.. zzzz), dan fotografer kita Hendra (temen kantor). Dan kenapa gw ikut komunitas backpacker? karna hemmad beb!

tidung5

Oia sampai lupa #pertama yang kedua adalah ini pertama kalinya gw berlayar di laut selama 2 jam *ihhyyy..*. Sesampainya di Tidung, kita istirahat sejenak di rumah penduduk yang udah disewa untuk ngademin pantat yang terombang-ambing di lautan selama 2 jam.  Setelah itu lanjut dengan sepedaan keliling pulau, foto-foto di pinggir pantai yang masih cukup putih meskipun mulai banyak sampah berceceran, dan mencicipi kelapa muda ala tidung.

tidung4

Abis makan siang & solat dzuhur (anak alim bro), kita lanjut ke #pertama yang ketiga yaitu snorkeling. Kenapa namanya snorkeling? karnena bisa dipastikan abis kita snorkeling kulit kita langsung keling (klo gak pake sanbelok).

tidung3

Di Tidung kita bisa ngampil paket snorkeling di tiga pulau sekitar. Dari siang bolong kita snorkeling sampai magrib, dan tiap area snorkeling kita diberi waktu setengah jam-an untuk mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Segalanya sampai puaass.. puaasss… Cukup banyak hal-hal yang gw kagumi, seperti anemon, ganggang, karang pastinya, nemo and friends… pokoknya it’s exciting *gaya rossi*.

tidung6

Keasikan cuci mata sampe keling, singgahlah kita di pulau Payung kecil. Di pulau ini kita melepas lelah sambil ngindomi yang ditutup dengan sunset… Mantaappp!

Pulang ke markas, capek juga dan tak terasa perut-perut sudah bunyi kembali (ngindomi ternyata gak cukup bro). Saatnya bakar-bakar pantai, di tidung tersedia spot untuk BBQ dimalam hari. Sambil nunggu ikannya mateng.. yang namanya orang ndessooo ya pasti foto-foto nyiahahahha.

tidung7

Kekenyangan dan ngeliat ibu-ibu mukanya pada ngantuk, kamipun berencana balik ke markas dan tidooorrrr. Namun yang namanya anak laki huahahah *devil laugh*.. kitapun berencana uka-uka di pulau tidung kecil dengan menyebrangi Jembatan Cinta (#pertama ke empat di jembatan cinta). Entah kenapa namanya jembatan cinta.. mungkin jika sepasang kekasih loncat dari jembatan itu, maka cinta mereka akan abadi #apasih.

Menyeberangi jembatan cinta dari pulau tidung besar ke pulau tidung kecil memiliki kesan tersendiri. Bagaimana tidak, malem-malem menyusuri jembatan kayu reyot dengan lebar cuman 2 meter-an dan panjang hampir 500 meter diiringi deburan ombak dan angin laut malam yang wuusshhhh byyuuurrrr….. it’s cool meeenn!

Sesampainya di tidung kecil, dipimpin kapten rudi kamipun menyusuri jalan setapak menuju lokasi uka-uka ditemani rong-rongan anak kucing yang tiba-tiba muncul seakan mengingatkan kita untuk berhati-hati di tanah orang (disini bulu kuduk gw merinding disko bro). Setelah jalan cukup lama, sampailah kita di tempat uka-uka dan *jreennnggg* terlihat seonggok makam tua yang konon (jangan dibalik) kabarnya penghuni kuburan tersebut adalah Panglima Hitam yang terasingkan (merinding lagi bro). Melewati makam dan semak belukar, sampailah kita di ujung pulau tidung kecil. Apa yang ada diujung pulau itu? Pastinya pantai, lautan, dan tentunya foto-foto (jeprat-jepret) ahahaha… Puas dengan (jeprat-jepret)nya, kamipun melanjutkan penelusuran pantai tidung kecil itu sampai hutan semak belukar menghadang perjalanan kita. Melihat semak belukar yang sepertinya lama tidak dilewati manusia, sepertinya seru nih untuk segera melintasinya.. namun selangkah dua langkah *brrrrrrr…* (yang ini serius banget merindingnya… bro) berhubung perasaan udah mulai gak enak dan ternyata jarum jam menunjukkan pukul 12 teng, langsung aja kita cabut ke markas dan tidurrrr…zzzzzzzz. Dan seperti layaknya penjaga, kucing kecil yang tadi ditemui dijalan mengiringi kami hingga naik jembatan.

tidung8

Gak tau udah pagi aja, yaa klo udah pagi begini ngapain lagi klo bukan ngeliat sunrise di jembatan cinta (terasa gombal bgt gak sih nama jembatannya?)… tapi sayang cuaca tidak mendukung dan the yellow sun pun ngumpet di balik awan. Berhubung udah sampe di jembatan cinta, sebagai #pertama yang kelima, belum ke tidung namanya klo belum loncat indah dari jembatan yang melegenda tersebut… *tuiiing.. jebyuurrr… tuiiiing.. jebyuurrr…* (gaya angry birds) disini yang mau loncat cuman gw sama si afrialdi. Berbagai macam gaya dikeluarkan, dari gaya yang pro, amatir, gaya katak, sampai mati gaya karna udah mentok mau gaya apaan lagi. Untungnya ada suhu jepret kita hendra (mr. cypher) yang pro abis ngambil gambarnya sehingga gaya-gaya kita gak keliatan ndeso-ndeso amat…

Puas dengan loncat-loncatannya yang mulai gak jelas juga… gak terasa waktu menunjukan pukul 9 wib, saatnya kita beberes balik kerumah masing-masing. Kenapa jam segitu udah mau pulang? yaa karena eh karena kapal tongkang yang nganterin cuman bisa sampe jam 11/12 siang teng… lebih dari itu di pake untuk mereka mancing ikan.

Dan akhir kata meskipun sepertinya banyak kata-kata #pertama yang gw lewatkan dan tidak mungkin ditulis satu-persatu.. it’s nice trip… sampai jumpa di trip-trip berikutnya.. Ciao.. Sayounara… & Wassalam.

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *